USBN 2018 Aktivasi Peran Guru dalam Evaluasi Siswa

USBN 2018 Aktivasi Peran Guru dalam Evaluasi Siswa

USBN 2018 Aktivasi Peran Guru dalam Evaluasi Siswa

Kemendikbud mengadakan diskusi kebijakan pendidikan dan kebudayaan bersama media massa di gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. Senin (8/1/2018)/BEK

(Jakarta / Itjen Kemendikbud) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar taklimat media mengenai pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di Gedung A Lantai 3 Kemendikbud, Jakarta (8/1). Sejumlah pengembangan pelaksanaan ujian dilakukan di seluruh jenjang pendidikan dengan melibatkan peran guru sebagai evaluator.

Taklimat media dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Inspektur Jenderal Daryanto, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Totok Suprayitno, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Suhendar, Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi.

Pada tahun 2018 jenjang SD, ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sedangkan mata pelajaran Pendidikan Agama, PPKN, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, serta Penjaskes dan Olahraga, 100% murni disiapkan oleh sekolah.
Untuk jenjang SMP, SMA,SMK,dan Pendidikan Luar Biasa dan Kesetaraan, pelaksanaan Ujian Sekolah akan dihapuskan, dan diganti seluruhnya dengan menggunakan USBN.

Adapun komposisi soal akan melatih cara berpikir siswa untuk melakukan reasoning yaitu dengan proporsi 90% soal Pilihan Ganda (PG), dan 10% soal esai. Penyusunan soal sendiri untuk jenjang SMP,SMA, dan SMK 75-80 persen disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Sedangkan untuk jenjang SD, 75-80 persen soal akan disiapkan oleh guru mata pelajaran pada satuan Pendidikan yang dikonsolidasikan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG), sisanya 20-25 persen disiapkan oleh pusat sebagai soal jangkar (anchor).

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan pelibatan KKG dan MGMP mendorong peran guru dalam menjalankan tugas pokok fungsinya sebagai evaluator. “Satu yg harus kita sampaikan dalam USBN kali ini adalah melakukan revitalisasi peranan guru yg salah satu tugas pokoknya adalah melakukan evaluasi, selama ini guru dimanjakan karena kurang banyak membuat soal,” kata Muhadjir.

Pelaksanaan USBN akan menggunakan kertas untuk soal pilihan ganda dan esai. Namun bagi sekolah yang berkeinginan menggunakan komputer untuk pelaksanaan ujian, hanya soal pilihan ganda yang menggunakan komputer, sedangkan esai tetap menggunakan kertas. Waktu pelaksanaan USBN adalah sebelum atau sesudah pelaksanaan Ujian Nasional dengan catatan seluruh pembelajaran dalam kurikulum sudah selesai diajarkan kepada siswa. Sedangkan untuk anggaran pelaksanaan USBN akan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Kami akan terus mengawal ketepatan pencairan anggaran BOS sampai ke sekolah,” tegas Hamid Muhammad, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud. (MBS)

PROGRAM SIAR


Pertanyaan, Kritik, dan Saran

HUBUNGI KAMI


Address:

Gd. B Lantai 3 Inspektorat Jenderal

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jln. Jenderal Sudirman Senayan

Jakarta 10270

Phone:

021 573 71o4

posel:

radio.itjen@kemdikbud.go.id