​Peserta Telaah Sejawat Meningkat, Daryanto: Mari Capai Level 3 IACM

​Peserta Telaah Sejawat Meningkat, Daryanto: Mari Capai Level 3 IACM

Like
16
0
Kamis, 15 Juni 2017
KEGIATAN ITJEN

(Jakarta/Itjen Kemendikbud) Menjadi benchmarking bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) lainnya merupakan salah satu tujuan dari pelaksanaan kegiatan telaah sejawat. Hal inilah yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbud demi meningkatkan kualitas APIP, Itjen mengadakan Rapat Komite Telaah Sejawat di ruang sidang 6.1 Itjen Kemendikbud, Kamis (15/6).

Acara dihadiri oleh dua Narasumber dari Kementerian Keuangan diantaranya Robert Gonijaya selaku Inspektur VII dan Auditor Ari Sufianto. 

Pada tahun ini mengalami penambahan peserta yang terlibat dalam penelaah dan ditelaah, dimana tahun 2016 hanya terdapat 6 Kementerian sedangkan tahun 2017 bertambah sebanyak 16 Kementerian.

“Alhamdulillah, tahun ini mengalami penambahan Bapak Ibu, kalau tahun lalu kami hanya 6 Kementerian. Sekarang bertambah menjadi 16 Kementerian. Semoga ini bisa menguatkan peran APIP yang lebih berkualitas.” ucap Agam Bayu selaku Kabag Hukum dan Kepegawaian Itjen Kemendikbud dalam pembukaan Rapat Komite Telaah Sejawat.

“Mari capai level 3 IACM”, ajak Irjen Daryanto. (WNH)

“Rapat komite telaah sejawat ini memastikan seluruh anggota AAIPI bisa berada pada level standar. Karena ada unsur yang harus ditempuh, salah satunya terkait dengan IACM”, ungkap Irjen saat pembukaan Rapat Komite Telaah Sejawat.

Adapun tujuan lain dari penyusunan sasaran telaah sejawat adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian aktivitas dengan standar yang berlaku dan menjamin bahwa aktivitas APIP dapat mengikuti praktik terbaik yang ada.

“Dalam menentukan sasaran yang baik. Telaah sejawat tidak boleh secara resiprokal atau saling telaah. Karena hal ini bertujuan untuk meningkatkan independensi” jelas Robert mengenai waktu pelaksanaan pada telaah sejawat.

Ari Sufianto menambahkan dalam pelaksanaan telaah sejawat dilaksanakan tiap tiga tahun oleh tim Independen dan tentunya berkualitas atau berkompeten yang berasal dari luar APIP.

Irjen Daryanto juga mengingatkan bagi anggota telaah sejawat yang belum mencapai level 3 agar segera mencapai di level tersebut. Harapan bersama bahwa telaah sejawat kedepan tidak terlalu kaku. Mengingat pengalaman tahun lalu yang sudah dilakukan agar dapat di evaluasi, sehingga bisa dilihat bagaimana alurnya.

Selama proses telaah sejawat, waktu juga menjadi faktor yang penting. Dimana telaah yang dilakukan di salah satu Kementerian tidak boleh memakan waktu terlalu lama. Harus ada waktu standar yang mengatur penelaahan tersebut.

Ari Sufianto menjelaskan bahwa selanjutnya akan dilakukan bimbingan teknis pedoman telaah sejawat pada akhir bulan Juli. Telaah sejawat akan dilaksanakan sebanyak 2 gelombang diantaranya Agustus dan September.

Telaah sejawat tidak boleh secara resiprokal atau saling telaah. (WNH)

Sebanyak 16 Kementerian di Indonesia yang hadir dalam Rapat Komite Telaah Sejawat 2017. (WNH)


Kontributor : WNH, M. Bambang, Agam Bayu

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz
Menu Title